Me VS The Mountain

IMG_0459
IMG_0459

Ditemui di sela-sela waktu senggang nya menyeruput kopi sumatera dan susu kental manis, Senior editor legendaris Meizal Rossi berhasil mewawancari sang Alter ego nya, mengenai Trip ke Gunung Merbabu.

Haloh, saya dengar anda kemarin baru turun dari Gunung Merbabu

Ahaha, gosip mengenai saya memang begitu cepat tersebar

Bukan gosip sih, toh bukti autentik nya tersebar di sosial media yang anda ikuti.

Oh, anda mengikuti semua postingan saya dong...

Tunggu, mengapa anda begitu terdengar seperti orang yang haus akan perhatian dan pujian.

Kalo haus mah minum dong

Bisakah kita berkomunikasi layaknya manusia normal?

Uh, apakah saya terlihat tidak normal?

Mungkin ini akibat anda bertemu dengan kembang desa Merbabu?

Merbabu itu gunung, bukan desa. Jadi bukan merupakan habitat untuk tumbuh dan berkembang nya spesies kembang desa, Yang ada juga spesies jelita bernama cantik gunung.

Apa itu Cantik gunung?

Cantik gunung adalah sesuatu spesies yang memiliki nilai kecantikan yang tinggi, terutama apabila kita lihat dari jarak jauh. Tapi begitu kita lihat dari jarak dekat, kecantikan nya menurun drastis.

Kenapa ga bilang aja "dari jauh cantik dari deket ndak cantik" sih?

Ah, Statement itu sudah overused

Jadi apa yang seru dari Trip Merbabu kemarin?

Kali pertama nya saya berlari mengejar kereta yang sudah berjalan. Seru, karena saya tidak jadi tertinggal kereta. Seru, tapi tetap meninggalkan trauma sih. Coba bayangkan apabila kenyataan nya berbeda? Nama saya akan bersinonim dengan term ‘Pria yang pernah tertinggal kereta’. 

Ceritakan tentang pendakian merbabu?

Perjalanan pendek dengan trek relatif ringan namun berdebu. Bunga Edelweiss melirik cantik di sepanjang jalan menuju puncak dan Pemandangan di puncak merbabu sangat keterlaluan bagus nya.

Apabila anda disuruh memilih momen menarik selama trip Merbabu kemarin, apa yang ingin diulang?

Makan apel di puncak merbabu, apelnya jadi dingin secara alami, Seger. Makan di Koppeng, cuma nasi, sayur tahu dan telor dadar doang, tapi enak. Jalan kaki malam di Jogja, cari angkringan. Pagi-pagi makan gudeg dan tentunya bergosip di perjalanan kereta balik ke Jakarta. Saya sangat beruntung bisa berkenalan dan jalan bareng dengan tim merbabu kemarin.

Jadi setelah Merbabu, apa nih selanjutnya?

Ahaha, banyak destinasi yang berseliweran di pikiran. Seru, tapi belum saatnya saya bercerita.

Ah, ok kalo begitu, terima kasih atas waktunya. Saya musti pamit, ada kencan penting di ujung jalan sana. Eh bayarin kopi saya ya.

Ahaha, Sip, my pleasure!